header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
 
 
 
 

Rabu, 25 Agustus 2010
HINDARI KEMATIAN AKIBATRABIES CUCI LUKA UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN

Penyakit Rabies atau anjing gila merupakan penyakit mematikan yang ditularkan lewat gigitan anjing. Untuk menghindari kematian, bila seseorang digigit hewan yang menderita rabies, tindakan pertama yang dilakukan adalah cuci luka secepatnya dengan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 10-15 menit. Kemudian luka diberi antiseptik/ alkohol 70%, setelah itu segera bawa ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau ke dokter untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya. Hal itu dijelaskan Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang dr. Rita Kusriastuti, MSc. pada acara temu media di kantor Kemenkes Jakarta (13/8).
| Selengkapnya




Kamis, 01 Juli 2010
LAPORAN PENANGGULANGAN KLB RABIES DI NIAS, SUMATERA UTARA

Pulau Nias merupakan sebuah kabupaten, yang terletak di sebelah barat daya pulau Sumatera, dipisahkan oleh Samudera Hindia. Akses ke Pulau Nias dapat ditempuh dengan pesawat terbang Medan-Nias kurang lebih 1 (satu) jam perjalanan atau kapal feri Sibolga-Nias kurang lebih 12 (dua belas) jam perjalanan atau kapal cepat Sibolga-Nias kurang lebih 4 (empat) jam perjalanan, sedangkan perjalanan Medan-Sibolga daya tempuh dengan mobil kurang lebih 10 jam, jadi sekitar 24 jam Medan- Nias bisa ditempuh.
| Selengkapnya




Rabu, 10 Maret 2010
KEMENKES TELAH KIRIMKAN TIM DAN VAKSIN UNTUK PENANGGULANGAN RABIES DI NIAS

Untuk menanggulangi penyakit rabies di Pulau Nias, pada tanggal 8 Maret 2010 Kementerian Kesehatan untuk kedua kalinya mengirimkan tim dengan membawa 75 kuur vaksin anti rabies untuk manusia serta pedoman bahan penyuluhan (KIE). Dengan pengiriman tim ini, diharapkan penyakit rabies di Pulau Nias segera dapat diatasi. Hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama untuk mengatasi penyakit rabies di Pulau Nias.

| Selengkapnya




Jumat, 15 Januari 2010
Laporan Perkembangan Rabies di Provinsi Bali, khususnya di Kab. Karangasem

Sampai saat ini rabies pada hewan sudah ditemukan di 7 dari 9 Kab/Kota di provinsi Bali. Dua daerah yang belum tertular adalah Kab. Jembrana dan Kab. Klungkung.

| Selengkapnya




Rabu, 09 Desember 2009
21 Orang Meninggal Akibat Rabies di Bali

Bali - Wabah rabies yang masuk Kejadian Luar Biasa (LKLB) di Bali menelan nyawa 21 orang dan lima orang lainnya dinyatakan positif rabies. Di luar data tersebut, sejumlah warga juga diduga mengidap penyakit ini karena ciri-cirinya sudah tidak diragukan lagi.
| Selengkapnya




Minggu, 03 Mei 2009
Rabies

1. Identifikasi

Suatu penyakit encephalomyelitis viral akut dan fatal; serangan biasanya dimulai dengan perasaan ketakutan, sakit kepala, demam, malaise, perubahan perasaan sensoris, pada bekas gigitan binatang. Gejala yang sering muncul adalah eksitabilitas dan aerophobia. Penyakit ini berlanjut kearah terjadinya paresis atau paralisis, kejang otot-otot menelan menjurus kepada perasaan takut terhadap air (hydrophobia), diikuti dengan delirium dan kejang. Tanpa intervensi medis, basanya berlangsung 2-6 hari dan kadang-kadang lebih, 428 kematian biasanya karena paralisis pernafasan.

Diagnosa ditegakkan dengan teknik pewarnaan FA yang spesifik terhadap jaringan otak atau dengan isolasi virus pada tikus atau sistem pembiakan sel. Diagnosa presumptive dapat ditegakkan dengan teknik pewarnaan FA spesifik dari potongan kulit yang dibekukan diambil dari kuduk kepaa bagian yang berambut. Diagnosa serologis didasarkan pada tes neutralisasi pada mencit atau kultur sel.
| Selengkapnya



 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Departemen Kesehatan R.I.