header_left header_center1
header_center2
header_banner2
header_bottom
 
 
 
 
 
Senin, 08 Maret 2010
Pertemuan Koordinasi Tingkat SR Dan SSR Kegiatan Intensifikasi Pengendalian Malaria Gf ATM Malaria Round 8 Wilayah Kalimantan Dan Sulawesi

Pada tanggal 1 – 3 Maret 2010 bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat telah dilaksanakan pertemuan koordinasi tingkat SR dan SSR kegiatan intensifikasi pengendalian malaria GF-ATM Malaria Round 8 Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mensosialisasikan kegiatan yang akan dilaksanakan dan penandatanganan Sub Sub Agreement antara SR di tingkat Provinsi dengan SSR di tingkat kabupaten/kota untuk 10 Provinsi dan 128 Kabupaten/Kota wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

 

Pertemuan dihadiri oleh beberapa pejabat dilingkungan Kementerian Kesehatan, Perdhaki, WHO, Unicef, dan peserta dari daerah terkait serta dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL). Peserta terdiri dari : 1. Peserta pusat; 2. Sub Recipient dan Implementing di tingkat pusat; 3. Peserta SR dan SSR di tingkat provinsi.

 

Pertemuan koordinasi tersebut berkaitan dengan akan disalurkannya hibah luar negeri dari Global Fund Round 8 Intensified Malaria Control Kalimantan dan Sulawesi. Hal itu dikarenakan penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Penyakit malaria mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja.

 

Angka kesakitan malaria yang dilaporkan pada tahun 2009 sebesar 1,143 juta kasus. Angka kesakitan malaria berdasarkan Annual Paracite Incident (API) di Indonesia pada tahun 2009 menurun menjadi 1.85 % dibandingkan tahun 2007 sebesar 2.89%.

 

Upaya pengendalian malaria masih harus ditingkatkan, karena Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria masih terjadi di beberapa daerah. Pada tahun 2009 terjadi KLB dan peningkatan kasus malaria di Indonesia yaitu di 20 desa dalam 10 provinsi dengan jumlah penderita positif malaria sebesar 869 penderita dan 11 kematian (CFR KLB = 1.23 %).

 

Pembiayaan program pengendalian malaria di Indonesia bersumber dari APBN dan dana hibah luar negeri. Pada tahun 2010 ini Global Fund kembali memberikan bantuan hibah Round 8 Intensified Malaria Control Kalimantan dan Sulawesi (IMC-R8) sebesar 120 juta USD yang mencakup 10 provinsi dan 128 kabupaten/kota. Untuk phase I (th. 2010 – 2011) GF-ATM akan mengkucurkan dana sebesar 54 juta USD.

 

Provinsi yang menjadi sasaran adalah : 1. Kalimantan Barat; 2. Kalimantan Selatan; 3. Kalimantan Tengah; 4. Kalimantan Timur; 5. Sulawesi Utara; 6. Sulawesi Tengah; 7. Sulawesi Selatan; 8. Sulawesi Barat; 9. Sulawesi Tenggara; 10. Gorontalo.

 

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan presentasi kegiatan intensifikasi pengendalian malaria GF ATM Malaria Round 8 wilayah Kalimantan dan Sulawesi phase 1 (satu) tahun 2010 – 2012 dan penandatanganan Sub-sub Grant Agreement antara SR Provinsi dengan SSR Kabupaten/Kota proyek GF-ATM Malaria Round 8 Intensifikasi pengendalian malaria Wilayah Kalimantan dan Sulawesi.


Sumber : DITJEN PP&PL

 
   

Copyright©2010 Ditjen PP&PL - Departemen Kesehatan R.I.