Jakarta – Penderita diare di wilayah Jakarta Timur pada Januari hingga Februari 2010 sudah mencapai 365 orang. Kendati jumlah ini tergolong masih stabil, Suku Dinas Kesehatan tetap mengimbau warga menerapkan perilaku hidup sehat agar tidak terkena diare.
Data Suku Dinas Kesehatan menyebutkan penderita diare tersebar di sepuluh kecamatan. Rinciannya, 75 pasien di Kecamatan Cakung, 65 pasien di Kecamatan Duren Sawit, 56 pasien di Kecamatan Pulogadung, 33 pasien di Kecamatan Kramatjati, 32 pasien di Kecamatan Jatinegara, 30 pasien di Kecamatan Ciracas, 22 pasien di Kecamatan Matraman, 22 pasien di Kecamatan Pasar Rebo, 17 pasien di Kecamatan Makasar, serta 13 pasien di Kecamatan Cipayung.
Jajang Rahmat, Koordinator Surveilans Kejadian Luar Biasa (KLB) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, menambahkan jumlah penderita diare biasanya akan mencapai puncaknya saat terjadi musibah banjir di wilayah pemukiman yang bisa mencapai 800 pasien.
Untuk mengantisipasi penyakit diare, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk selalu melaksanakan dan menjaga perilaku pola hidup sehat, terutama membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum melakukan setiap aktivitas.
“Diare dapat dihindari dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, yakni dengan membiasakan diri mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan selalu menjaga kebersihan terhadap peralatan makanan,” ujar Jajang dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.